Pesawat Bomber B-26 Intruder.   Leave a comment

Sudah tahukah anda, dimana Monumen Pesawat Bomber B-26 Intruder berada ? Jika anda jalan-jalan ke kota Surabaya, singgahlah ke sebuah tempat bernama “Taman Prestasi Surabaya”. Taman Prestasi merupakan tempat refreshing keluarga, dimana tempat tersebut menyediakan arena bermain anak-anak dan aneka jajanan. Tetapi yang paling menonjol dari taman tersebut adalah keberadaan sebuah Monumen Pesawat Bomber B-26 Intruder. Dahulu setelah kemerdekaan Republik Indonesia, pesawat ini sangat berjasa dalam memerangi separatis didalam negeri. Pesawat ini merupakan kebanggaan TNI- Angkatan Udara dan terlebih lagi bangsa Indonesia.

Berikut ini data dari Pesawat B-26 Intruder M-265 :

Panjang                         : 51 Feet 3 Inch

Tinggi                            : 18 Feet 6 Inch

Rentang sayap                : 70 Feet 0 Inch

Buatan                            : U.S.A

Type Engine                     : PRATT AND WHITNEY R-2800-27 DOUBLE WASP SINGLE-

STAGE TWO SPEED RADIAL ENGINE.

Bahan bakar                     : AVGAS BU 100/130

Jumlah bahan bakar     : 680 U.S. Gallon

Dioperasikan                    : Di TNI AU sejak 1950 s/d 1977 (masuk jajaran Skadron Udara 1)

Pengalaman operasi     :

  • Penumpasan DI/TII – 1950 (Jabar)
  • Penumpasan Andi Azis – 1950 (Sulsel)
  • Penumpasan RMS – 1950 (Maluku)
  • Penumpasan DI/TII – 1953 s/d 1964 (Sulsel)
  • Penumpasan DI/TII – 1954 s/d 1960 (Aceh)
  • Operasi Tegas /PRRI – 1958 (Riau Daratan  )
  • Operasi Sapta Marga /PRRI – 1958 (Medan)
  • Operasi17 Agustus /PRRI – 1958 (Padang)
  • Operasi Sadar – 1958 (Sumbar)
  • Operasi Merdeka/Permesta – 1958 (Sulut)
  • Operasi Sapta Marga /PRRI – 1958 (Sulut)
  • Operasi Nunusaku – 1958 (Maluku)
  • Operasi Merebut Keunggulan Udara – 1958 (Indonesia timur)
  • Operasi Trikora – 1960s/d1966 (Irian Barat)
  • Operasi Trimurti / UNTEA – 1963 (Irian Barat)
  • Operasi Dewata – 1963 (Bali)
  • Operasi Dwikora – 1964s/d1969 (Kalimantan Utara)
  • Operasi Sadar – 1965s/d1969 (Irian Jaya)
  • Operasi Trisula – 1968 (Blitar Selatan)
  • Operasi Samber kilat – 1969 (Kalbar)
  • Operasi Perlita Udara – 1969 (Irian Jaya)
  • Operasi Wibawa – 1969 (Irian Jaya)
  • Operasi Papera – 1969 (Irian Jaya)
  • Operasi Seroja – 1975s/d1977 (Tim-Tim)

Sejarah singkat lambang skadron Udara 1 :

Pada tahun 1950 dalam rangka operasi penumpasan RMS di Maluku selatan TNI-AU mengirimkan Pesawat B-25 dengan pilot Letnan Udara Satu PGO Noordraven dan Letnan Muda Udara Satu RJ Ismail di Kendari. Dalam penugasan di kawasan lapangan Boroboro Lanud Kendari terdapat banyak Jonga(Kijang).

Pada suatu hari Letnan Udara Satu Noordraven, Letnan Udara Satu Ismail dan Letnan Udara Satu Jimmy Lantang akan berangkat ke Jakarta, tiba-tiba ada anak Jonga keluar dari balik kabut mengikuti tanpa rasa takut dan Letnan Jimmy mengulurkan tangan kemudian memeluknya. Perilaku anak Jonga ini membuat semua terharu seolah-olah berkata “ Lindungilah aku karena bapak dan ibu tidak ada lagi”.

Peristiwa ini memunculkan ide lambang Kijang sebagai lambang pada Pesawat B-25 Mitchell maupun B-26 Intruder yang bernaung dibawah Skadron Udara 1 / Pembom.

Posted Juli 15, 2010 by Jimmy Hursepuny in Militer

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: